Langsung ke konten utama

Ridwan Hisjam Tak Takut Diganjal

Terkait Ketatnya Aturan Golkar
JOMBANG–Kendati mendapat tentangan kuat diinternal Partai Golkar, Ridwan Hisjam tetap optimis bakal bisa maju dalam Pilgub jatim 2008. Ia mengaku sudah melakukan pendekatan intens untuk menyamakan agenda dengan Sutjipto, cagub yang diusung PDI-Perjuangan (PDIP) tersebut.

Gayung bersambut itu terungkap setelah Ridwan Hisjam yang diwawancarai wartawan saat kedatangannya di Jombang kemarin (8/2). Dirinya menggambarkan kesediaannya 'bersanding' dengan Sutjipto sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jatim dari PDIP.

Tak urung, upaya pendekatan yang selama ini dilakukan kubu Sutjipto terbilang 'mujarab' untuk menggandeng Hisjam berpasangan dengan Sutjipto. Dikatakan Hisjam kemarin di Jombang, bahwa dirinya siap digandeng oleh cagub Jatim dari PDIP tersebut. Kepada Duta dirinya tak menampik, jika selama ini dirinya didekati kubu PDIP untuk bersama-sama maju sebagai pasangan cagub – cawagub Jatim 5 tahun mendatang.

“Saya siap saja siapapun yang mau nggandeng, tak terkecuali juga PDIP,” katanya dihadapan wartawan.

Secara implisit, Hisjam yang hadir bersama Akbar Tandjung tersebut juga mengaku, kubu PDIP dalam beberapa hari belakangan ini cukup intens mengajak dirinya mendampingi Sutjipto maju di arena Pilgub Jatim Juli depan.

Dikatakannya pula, antara dirinya dengan tim pemenangan Sutjipto dalam Pilgub nanti telah terjalin komunikasi. “Malah sudah ada komunikasi antara saya dengan PDIP, dan saya nyatakan siap maju berpasangan dengan Pak Tjip (Sutjipto, cagub PDIP, red). Saya akan tetap maju, dan saat ini sesuai perkembangan kemungkinan akan bergandengan dengan Pak Tjip,” ungkapnya seraya memasuki mobilnya.

Lebih jauh Hisjam yang dicegat usai acara Pelatihan dan Stadium General Majelis Daerah KAHMI Jombang di aula Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Rejoso, Peterongan Jombang mengaku jika pembicaraan dengan PDI-P sudah hampir final. Katanya, secara personal, Tatoek, sapaan akrab Ridwan Hisjam mengaku sudah sangat dekat dengan Sutjipto. “Saya dengan Pak Tjip sudah sangat dekat,” singkatnya.

Ketika didesak tentang partai-partai yang akan mengusungnya Wakil Kertua DPRD Jatim ini mengaku jika beberapa partai yang berbasis Islam sudah merapat dan melakukan beberapa kali pertemuan, terkait dukungan yang akan diberikan kepada Sutjipto dan dirinya, Sayangnya, Tatoek enggan membeber lebih jauh nama-nama partai Islam yang sudah didekatinya.

”Pokoknya partai berbasis Islam. Dan sudah intens membicarakan dukungan kepada kami dalam Pilgub nanti,” lanjut Ridwan Hisyam sembari memasuki mobilnya.

Sementara orang dekat Hisjam saat dimintai komentar atas kesediaan Ketua Kosgoro 1957 untuk maju bareng dengan Sutjipto tak bersedia memberikan jawaban. Namun, sumber yang tak bersedia disebut jatidirinya itu mengaku bahwa selama ini telah ada pembicaraan yang mengarah pada sosok Hisjam yang akan dipasangkan dengan Sutjipto. “Maaf saya nggak bisa berikan komentar, tapi kayaknya gitu,” ujarnya seraya meninggalkan tempat.

Seperti diketahui, belakangan ini kubu PDIP tengah getol-getolnya melakukan pendekatan dengan beberapa tokoh yang nantinya akan dipasangkan dengan cagub PDIP, Sutjipto sebagai cawagub. Hal tersebut terlihat setelah munculnya nama Ridwan Hisjam sebagai salah satu tokoh yang dilirik partai berlambang banteng gemuk tersebut.(amer syarifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...