Langsung ke konten utama

PCNU Jombang Dorong Penuntasan Perda Anti Miras Dan Prostitusi


JOMBANG-Terkait adanya indikasi semakin tidak jelasnya penetapan Perda anti minuman keras dan prostitusi yang sedang digagas oleh DPRD Jombang setahun yang lalu. Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Jombang kemarin (19/2) akhirnya mendesak kepada DPRD setempat segera merampungkan Perda tersebut. Selain itu, PCNU juga meminta kepada DPRD untuk berinisiasi soal penerbitan Perda Pendidikan dan Perda Perlindungan Petani.

Sekretaris Tanfidziah PCNU KH.Hamid Bishri, SE, M.Si ditemui disela-sela acara audiensi PCNU dengan elemen Muspika kemarin menegaskan, pihaknya mendukung sekaligus mendorong kepada DPRD untuk segera merampungkan Perda anti Miras dan prostitusi.

"Perda tersebut dipandang sangat penting bagi masyarakat Jombang. Tudingan beberapa pihak yang menyebut Perda tersebut sebagai perda anti maksiat yang dikhawatirkan akan melanggar hak-hak warga negara harus dibuktikan terlebih dulu dari Perda yang dihasilkan nanti," tegas Kyai muda ini.

Sementara itu, secara terpisah Ketua DPRD Halim Iskandar,menjelaskan, lamanya penyelesaian perda anti Miras dan Prostitusi lebih dikarenakan DPRD masih memikirkan solusi alternatif akibat penerbitan Perda tersebut. Menurutnya, dalam penerbitan Perda tersebut DPRD berkeinginan kuat untuk tidak sekedar melarang perbuatan dan perilaku tertentu, tapi juga solusi dari akibat larangan itu.

"Kita tidak ingin Perda nanti terbit dan hanya berisi larangan ini dan itu. Tapi lebih dari itu, Perda harus bersifat solutif. Setelah ada larangan, harus juga dipikirkan apa solusi selanjutnya, ?'," terang kakak kandung Muhaimin Iskandar ini.

Menurut Halim, Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD sudah mengagendakan penyelesaian Perda tersebut. Diperkirakan Maret depan sudah dimulai pembahasan-pembahasan lanjutan dari workshop yang pernah digelar beberapa bulan yang lalu.

"Penuntasan perda tersebut sebenarnya sudah kita agendakan bulan maret. Insya Allah di bulan itu sudah mulai bisa di jalankan," terangya. (amer syarifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...