JOMBANG- Lemahnya penanganan penanggulangan Demam Berdarah Degue (DBD) yang diklaim akibat sulitnya pencairan dana penanggulangan, dibantah keras Wakil Bupati Jombang Ali Fikri. Menurutnya, pada tahun anggaran 2008 ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk penanggulangan bencana khusus.
Tak hanya itu, ia juga menyesalkan alasan Dinkes yang mengaku kesulitan mencairkan dana tersebut. Menurutnya, anggaran tak terduga senilai Rp3 miliar tersebut, sangat mudah dicairkan. Sehingga lanjut Fikri, salah besar jika ada yang mengaku mengalamai kesulita pencairan itu. ’’Kalau memang serius, ajukan ke kami. Hanya butuh SK Bupati saja, anggaran itu bisa dicairkan,’’ tegasnya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kab Jombang, Endang Setyawati tetap mengaku jika pihaknya kesulitan mencairkan dana penanggulangan DBD itu. Menurutnya, tak serta-merta Dinkes bisa mengambil dana darurat tersebut. ’’Itu kan butuh persetujuan DPRD. Kalau ini dilanggar, nanti tambah menimbulkan masalah,’’ kilah Endang.
Saat ini, ia hanya bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah datangnya DBD melalui pemberantasan sarang nyamun (PSN) dan abatesasi. ’’Kalau mereka meminta fogging, kami arahkan ke pihak swasta yang kita rekomendasi sebelumnya,’’ katanya.
Seperti dilaporkan sebelumnya, DBD sedikitnya telah memakan korban tiga balita tewas terserang DBD. Dan hingga pertengahan bulan Januari ini, lima nyawa balita melayang akibat ganasya nyamuk Aides Aigepty itu.(amer sayrifuddin)
Komentar
Posting Komentar
Mo Komentar Disini Bos,,,