Langsung ke konten utama

Perda DBD Mangkrak, Dewan ngelencer

Perda DBD Mangkrak, Dewan ngelencer

JOMBANG– Secara diam-diam, sejumlah anggota DPRD kab jombang Komisi A (Hukum dan Pemerintahan) sejak 2 hari lalu menggelar 'rekreasi' bersama ke Pulau Batam. Sementara, komisi yang membidangi aturan hukum ini masih memiliki PR besar terkait Perda DBD yang sudah dijanjikan untuk dirumuskan.

Kontan saja, agenda pelesir yang dibalut kunker ini mendapat kecaman dari Lembaga Swadaya Masayarakat (LSM) setempat. Mereka menilai jika Dewan tak memiliki sense of crisis terkait masalah yang mendesak untuk dikerjakan.

Aan Anshori, salah satu aktivis LSM yang gencar menyuarakan dibentuknya Perda Penanganan Demam Berdarah Dengue (DBD) menilai, Dewan seakan lepas tangan dengan PR yang pernah dijanjikan kepada sejumlah LSM beberapa waktu. Menurutnya, agenda kunker itu justru dianggap sebagai langkah mundur untuk memajukan Kab Jombang.

''Jangan jauh-jauh lah jika Dewan ingin memperbaiki Kab Jombang. Perda DBD yang pernah dijanjikan itu, selsaikan dulu,'' tandas Aan Anshori, Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LinK) saat dihubungi.

Dari sumber di sekretariat DPRD, rombongan Komisi A ini berangkat sejak Minggu lalu dengan menggunakan pesawat menuju Kota Batam. Dalam lawatan selama dua hari tersebut, Komisi A akan melakukan studi banding mengenai manajemen aset daerah.

''Yang kami tahu, dalam surat ijin yang kami terima, 10 anggota Komisi A ini akan melakukan studi banding mengenai manajemen aset daerah. Itu saja,'' terang Indri, Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kab Jombang kemarin.

Dia memastikan, jika sejumlah anggota Dewan itu akan berada di Batam selama dua hari terhitung sejak Minggu kemarin. Adanya kemungkinan agenda lain yang akan dilakukan Dewan di luar pulau itu, Indri tak menjawab.

''Surat ijinnya, hanya dua hari. Kalau agenda lain, ya saya sendiri tak tahu,'' kilah Indri.

Indri juga enggan menyebut siapa saja yang ikut dalam rombongan itu, termasuk turut atau tidaknya eksekutif dalam lawatan itu.

''Wah kalau siapa saja, saya nggak berani memberikan keterangan. Bukannya saya pelit informasi lho..Mungkin lebih tepat jika Sekretaris DPRD yang berbicara masalah ini,'' kilahnya lagi.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Kab Jombang, Pinto membenarkan jika 10 anggota Komisi A melakkan kunker ke Batam. Hanya saja, ia membantah jika jumlah Dewan yang ikut sebanyak 18 orang. ''Hanya 10 orang. Kalau ada yang bilang 18 orang, mungkin jumlah itu ditambah dengan pendampingnya,'' kata Pinto

Soal berapa anggaran yang dikucurkan, Pinto juga tak berani menjawab. Ia mengaku tak tahu-menahu soal berapa anggaran yang dikeluarkan untuk lawatan kali ini.

''Saya hanya soal surat-menyuratnya saja. Kalau berapa anggarannya, mungkin yang lebih tepat ditanyakan ke Sekretaris DPRD saja,'' katanya.

Sayangnya, Padi Mulyono, tak bisa ditemui kemarin. Orang nomor satu di Sekretariat DPRD Kab Jombang itu sedang tak ada di tempat. (amer sayrifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...