Langsung ke konten utama

Rekrutmen Naker PT SUB Disoal


JOMBANG-Rekrutmen tenaga kerja (naker) PT Sejahtera Usaha Bersama (PT SUB) yang dinilai tidak mengakomodir warga sekitar disoal oleh warga Desa Diwek Kec Diwek Kab Jombang, Pasalnya, pembagian jatah penyerapan tenaga kerja (naker) bagi masyarakat sekitar perusahaan berdiri, dinilai telah melenceng dari kesepakatan yang dibuat warga dan perusahaan. Terkait tidak terakomodirnya 20 pemuda Desa setempat diperusahaan tersebut berdiri.

Penolakan lamaran kerja yang dilakukan oleh PT SUB terhadap 20 pemuda Desa Diwek tersebut, membuat Kepala Desa (kades) setempat, Abdul Chafid. Resah, lantaran pihak PT SUB dinilai telah melanggar kesepakatan. Upaya yang dilakukan perusahaan untuk meminimalisir jumlah pengagguran di Desa itu masih kurang. Bahkan, lanjut Abdul Chafid, jumlah rekrutmen naker PT SUB tersebut lebih banyak dari daerah luar.

"Pihak PT SUB seharusnya lebih memprioritaskan desa kami. Bukan malah melakukan perekrutan naker dari luar," keluhnya.

Menurutnya, kesepakatan yang dibuat warga dengan pihak perusahaan, terkait jatah rekrutmen tenaga kerja (naker) untuk Desa Diwek. Sudah dilakukan semenjak perusahaan tersebut berdiri. Tapi, selang beberapa bulan, saat pihak perusahaan mulai membuka lowongan bagi pencari kerja. Ternyata pihak perusahaan tidak memberlakukan isi perjanjian tersebut, dengan menolak 20 pelamar dari desa kami.

“Jika pihak perusahaan tidak melanggar isi kesepakatan dan mau berniat niat baik, tentu tidak ada salahnya menerima pekerja dari Desa kami. Upaya itu kan bisa mengurangi jumlah pengangguran. Kesepakatan dengan perusahaan sudah kami buat, jika pihak perusahaan melanggarnya, kami tidak akan tinggal diam." tukasnya.

Mengenai jumlah pengagguran yang ada di Desa Diwek, Kades setempat mengatakan, lapangan kerja untuk warga yang masih mengandalkan sektor pertanian dan sektor informal lainnya dirasa masih belum mampu menekan angka penganguran. Oleh sebab itu, keberadan perusahaan tersebut sangat diharapkan warga, guna meminimalisir angka pengangguran yang masih tersisa di Desa tersebut.

"Karena bagaimanapun juga, pihak perusahaan harus memprioritaskan warga sekitar.“Pekerjakan kemana Lah, yang penting angka pengagguran di Desa kami dapat diminimalisir,” pintanya.(amer Syarifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...