Langsung ke konten utama

Buntut Kematian Akibat DBD


Kinerja Dinkes Jombang Kembali Tercoreng
JOMBANG-Masih Ingat kah kita..?Berapa jumlah korban yang meninggal akibat serangan DBD pada awal tahun 2008 hingga sekarang? Dan masih terdengarkah kita ? Ketika belasan LSM yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Jombang (AMSJ) memprotes buruknya kinerja Dinas Kesehatan dalam menaggulangi penyebaran virus Aedes Aegypti itu ?

Saat ini, kinerja Dinas Kesehatan (dinkes) Jombang kembali tercoreng. Pasalnya, dari 172 pasien yang terdeteksi positif terkena DB yang dirujuk ke RSUD Jombang sejak awal 2008 hingga sekarang (11/2). Sudah tercatat Enam Belas korban yang meninggal dunia, akibat gigitan nyamuk mematikan tersebut.

Andi Bhinuko, kepala dinkes Jombang. Mengatakan, terkait pencegahan penyakit mematikan tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Namun karena proses pencegahan penularan virus mematikan itu membutuhkan dana yang besar. Pihak dinkes sendiri tidak bisa berbuat banyak, lantaran proses pencairan dana yang dia ajukan terhambat oleh mekanisme yang rumit. Kendala itu dikeluhkan oleh Kadinkes ketika ditemui usai hearing di gedung dewan (2/2) lalu.

"Terus terang, kami mengalami kesulitan. Namun, kami tetap berupaya agar mekanisme pancairan dana tersebut bisa berjalan dengan lancar,” keluh Andi.

Terkait dengan hal itu, Ali Fikri selaku Wakil Bupati Jombang mengatakan, bahwa, anggaran 2008 sebesar Rp3 miliar untuk penaggulangan bencana khusus tersebut sudah disiapkan.Tak hanya itu, ia juga menyesalkan alasan Dinkes yang mengaku kesulitan mencairkan dana tersebut. Menurutnya, anggaran tak terduga senilai Rp3 miliar tersebut, sangat mudah dicairkan. Sehingga, lanjut Fikri, salah besar jika ada yang mengaku mengalami kesulitan, terkait pencairan dana itu.

Kalau memang serius, ajukan ke kami. Hanya butuh SK Bupati saja, anggaran itu bisa dicairkan,’’ tegas Ali Fikri.

Lebih Dalam lagi, Ketua Komisi D DPRD Kab Jombang, mengatakan, bahwa, kinerja Dinkes selama ini terkesan setengah-setangah alias tidak ada keseriusan. Mekanisme pencairan dana yang diklaim pihak Dinkes sulit dicairkan, akibat terkendala berbagai aturan. Jelas menandakan tidak ada upaya strategis yang dilakukan pihak Dinkes dalam mengatasi KLB DBD.

Pencairan dana untuk penanggulangan bencana khusus yang di klaim sulit oleh Dinkes, sebenarnya tidak ada. Kalau saja alasan itu ada, ini kan sama halnya dengan membiarkan nyawa orang melayang begitu saja,”Ujar H. M Fadholi Sekretaris Komisi D.

Selain itu, pihak RSUD Jombang membenarkan, bahwa, jumlah pasien penderita DB yang dirawat inap di RSU saat ini mengalami peningakatan yang cukup drastis. Kamar ruangan pasien yang idealnya mampu menampung 40 orang, terpaksa di isi dengan 60 orang dengan alasan tidak ada tempat lagi.

"Karena emergency, kita tetap tampung. Walau harus menggunakan Lorong jalan, kita tetap berikan perawatan,"Ujar Muhaeni Soewito Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan itu kepada wartawan.

Sekedar catatan. Membludaknya pasien DB yang dirawat dirumah sakit semakin disesalkan oleh pihak pasien. Lantaran, di pakainya lorong-lorong jalan sebagai ruang perawatan membuat pasien kurang mendapatkan perhatian.

Lorong jalan tidak seharusnya dipakai untuk merawat pasien, apalagi pasien yang keadaanya kritis. Inikan membuat pasien tidak nyama,” keluh Asmirah salah satu keluarga pasien di ruang Seruni.

Sayangnya Dr Budi Nugroho, selaku Wakil Direktur RSD Jombang saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait penanganan pasiean DBD yang di tempatkan di lorong-lorong jalan ruang perawatan medis itu. Ia menyarakan agar langsung ke Kasi pelayanan Dr Budiono saja.“Maaf saya buru-buru, kalau mau minte penjelasan ke Dr Budiono saja. Atau Besok saja kita ketemu,” katanya seraya keluar ruangan.(amer syarifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...