Langsung ke konten utama

Kajari Jombang, Lamban Sita Aset Koruptor

Kajari Jombang, Lamban Sita Aset Koruptor

JOMBANG-Meski status Bambang Irawan sudah ditahan dilapas. Namun sampai hari ini Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang masih belum menyita aset milik tersangka kasus korupsi uang PDAM Rp 198 juta tersebut.

Penyitaan aset yang dimiliki Bambang Irawan seharusnya sangat dimungkinkan untuk dilakukan. Sebab, sebelum ada putusan pengadilan, penyitaan aset tersebut sudah seharusnya dilakukan secepatnya. Dengan tujuan mencegah kesulitan penagihan uang pengganti kepada negara sesudah putusan pengadilan itu ditetapkan.

Sumardi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jombang, mengatakan, penyitaan aset tersangka kasus korusi uang PDAM tersebut belum bisa dilakukan. Karena pihaknya masih menunggu surat dari Pengadilan Negeri (PN) Jombang. Kajari sendiri mengaku kesulitan jika pihak PN tidak secepatnya melayangkan surat, terkait penyitaan aset hasil korupsi Bambang itu.

"Kita kesulitan melakukkannya, karena kita harus menuggu surat dari Pengadilan Negeri dulu," kata Sumardi.

Dikatakan dia, keputusan untuk menyita sebidang tanah di Desa Tunggorono Kec Jombang sebagai barang bukti hasil korupsi yang dilakukan Bambang, memang akan secepatnya dilakukan oleh kejaksaan. Namun, proses tersebut masih dalam tahap koordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri.

"Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Bambang Irawan memang belum kita serahkan ke pengadilan. Namun sampai hari ini kita masih tetap koordinasi dengan pihak PN," katanya .

Ditambahkan dia, aset yang akan disita oleh pihak kejaksaan dari hasil korupsi pejabat PDAM tersebut hanya bernilai Rp 15 juta. Pihaknya merasa itu tak sebanding dengan total jumlah uang yang dia korup sebesar Rp198 juta.

"Aset yang bakal disita cuma bernilai Rp15 juta, hal itu tak sebanding dengan hasil yang dia korup. Walaupun jjumlahnya kecil kita akan tetap sita untuk barang bukti," tegas Sumardi.

Sementara itu, di tempat terpisah, Sonny Harsono, Dirut PDAM mengaku akan tetap memakai asas praduga tak bersalah kepada Bambang, hingga putusan tetap atas kasus ini didapati pihaknya. Kendati dari pembicaraannya, ia tampak yakin jika Bambang bersalah.

''Kita tunggu saja proses hukumnya. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,'' katanya.

Tak hanya pemecatan saja yang akan dilakukan, PDAM juga akan terus mengejar jumlah uang yang dikorupsi Bambang. Pasalnya, selama ini PDAM harus menanggung beban utang untuk pembayaran dana premi pensiun dan uang setoran yang dikorupsi Bambang.

''Proses hukum biarlah berjalan. Dan kami juga berhak atas uang yang telah diambil Bambang ini,'' tandas Sonny.

Lebih dari itu, sejak dinonaktifkan menjadi karyawan PDAM tanggal 25 Januari lalu, Bambang juga harus kehilangan separuh dari penghasilannya setiap bulan, dari gaji yang ia terima. PDAM menetapkan, akan terus memotong gaji Bambang sampai proses peradilan selesai.

''Beda lagi jika dalam putusan tetap pengadilan menyatakan Bambang tak bersalah. Kita akan kembalikan potongan gaji itu,'' ungkapnya.

Sonny sendiri mengaku tak mendapati kendala dalam mengelola keuangan PDAM pasca Bambang dinonaktifkan. Menurutnya, ia sendiri yang akan menggantikan Bambang sebagai penanggungjawab keuangan.

''Saya sendiri yang mengontrol keuangan disini. Kami tak ingin kecolongan lagi,'' tukasnya.(amer syarifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...