Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label zakat maut

Tragedi Zakat Maut Pasuruan (1)

Berlindung Diketiak Pejabat yang 'Berdarah' Bak berlindung di ketiak pejabat yang berdarah, saat mata dunia tercoreng melihat puluhan orang tewas mengenaskan diantara kebutuhan perut dan dambaa'an kesejahteraan. Deritanya, perjuangannya, tangis dan jerit hatinya, seperti memecah besi yang kokoh. Tak mengenal usia dan gender. Tua dan muda, lelaki dan perempuan. Kanak-kanak dan dewasa. Kakek-nenek. Semua menengadah menatap angkasa sembari berharap, kapan kesejahteraan mereka dapat dipenuhi Negara?. Tregedi zakat maut 15 September 2008 di Pasuruan. Menjadi saksi ribuan orang yang sebagian besar perempuan, berdesak-desakan menanti giliran mendapatkan secuil harapan. Cuaca Panas menyengat di bulan puasa, tetap tak menciutkan rasa haus dan dahaga di kerongkongan. Peluh bercucuran. Di pengujung hari, 21 orang perempuan tewas, hanya untuk mendapatkan uang zakat Rp 30 ribu. Bukan hanya itu, di belahan lain di negeri kita Indonesia, masih banya orang-orang berdesak-desakan. Menahan ...

Andri dan Tiga Adiknya Pun Yatim Piatu

Sisi Dalam, Korban Tragedi Bagi-bagi Zakat Maut memang datang tak diundang. Tapi siapa yang suruh menjelang ? Ramadhan ini, seperti Ramadhan tahun-tahun silam. Aku tenggelam dalam lamunan. Berlebaran dengan sedikit uang maka, aku pun datang menjadi lautan 'menepikan kepapaan' SUASANA duka menyelimuti keluarga almarhumah Salamah (50) di Jl. Hangtuah Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Perempuan ini menjadi korban tragedi pembagian zakat di rumah H Syaikon, Senin kemarin. Sejumlah warga yang datang ke rumah duka terlihat iba dengan kondisi keluarga ini. Apalagi setelah tahu, Andriyani (18) dan tiga adiknya, kini jadi yatim piatu setelah ibunya menyusul ayah mereka yang sudah menghadap Sang Khaliq dua tahun lalu karena sakit. Dan saat warga serta kerabatnya mengubur jenazah ibunya, Andri masih tergolek lemas di rumahnya. Tampak adiknya, Maulana (12), Nova (7), dan Putri (10), tak tahan menanggung beban kesedihan. Nova dan Putri terus menerus menangis saat jenazah dikuburkan. Hany...