Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pernik ramadhan

Menelisik Makam Mbah Sayyid Sulaiman

Kerap Diserbu Para Pendamba Jodoh JOMBANG - Makam Mbah Sayyid Sulaiman sering kali dikunjungi para peziarah dengan berbagai kepentingan, salah satunya ingin segera mendapatkan jodoh. Puncak kunjungan terjadi pada malam Jumat Legi. Makam Mbah Sayyid Sulaiman di Dusun Rejo Slamet, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang semakin ramai dipadati pengunjung. Mereka tidak hanya dari wilayah sekitar seperti Kediri, Blitar, Madiun, Trenggalek, Pasuruan hingga Banyuwangi, juga dari luar Jawa Timur seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bahkan Sulawesi dan daerah-daerah lain. Apa yang membuat mereka tertarik? Masing-masing pengunjung punya keyakinan berbeda ketika berziarah ke makam tersebut. Ada yang mengaku pingin mendapat berkah sehingga cepat mendapat jodoh, pingin sukses usahanya, terlepas dari semua masalah yang dihadapi, dan masih banyak alasan lainnya. Kompleks makam yang luasnya sekitar dua hektare itu sebenarnya terletak persis di perbatasan antara Dusun Rejo Slamet dan Desa Betek. Tet...

Mudik..!!! Pasti....

Peraya'an Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H mendatang. Tak ubahnya seperti perayaan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari para pengusaha, perantau yang bekerja di kota-kota besar, baik yang berporfesi sebegai kuli, karyawan, pejabat, semua pada bersiap-siap menyambut lebaran, dengan cara Mudik alias pulang ke kampung halaman..weh,,,enak tuh...ketemu teman lama,, Praktis, kegiatan pulang kampung ini, seakan sudah menjadi kebutuhan yang sudah sangat ngetrend, khususnya bagi kalangan perantau asal Jong Java alias pulau Jawa, demi menyambut kemenangan rohani dengan menyempatkan diri pulang ke kampung halaman. Tak pelak, berbagai cerita selalu saja menghias. Mulai dari hingar bingar kota. Desa, dan arus jalan sempit, maupun lebar. Tak jarang jika jutaan orang harus rela berdesakan. Mengantri. Menempuh perjalanan jauh, hingga harus meregang nyawa sia-sia. Tak perduli kotor, yang penting bisa sampai ditempat tujuan, dengan harapan, bisa pulang membawa cerita baru, baju baru, ...

Jago Merah Panggang 5 rb Ayam

JOMBANG – Sedikitnya 5000 ekor ayam milik H Affan (38), salah seorang peternak ayam asal Dusun Beji Desa Sawiji Kec. Jogoroto. Kab Jombang, habis terpanggang oleh sijago merah, Selasa malam (23/9) kemarin. Kandang ayam berukuran 20x6 m tersebut ludes di lalap api setelah gagal diselamatkan oleh pemilik beserta dua orang pekerjanya yang sempat berada dilokasi. Praktis, api yang merembet dari bagian bawah tengah kandang tersebut langsung menjalar dan menghabiskan seluruh bangunan beserta isinya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat tersebut, kecuali 5000 ekor ayam yang baru berumur 12 hari beserta bangunannya, habis menjadi abu. Menurut salah satu saksi mata yang sekaligus sebagai pemilik kandang ayam H Affan mengungkapkan, kebakaran hebat yang menghanguskan sumber mata pencahariannya itu terjadi sekitar pukul 18.00 wib. Saat ia dan 2 orang pekerjanya hendak beristirahat usai mengoven ayam yang masih berumur 12 hari itu, tiba-tiba ia dikagetkan dengan adanya percikan a...

Rebut Sembako, Ribuan Abang Becak ‘Kepung’ Pemkab

JOMBANG - Ribuan tukang becak yang biasa mangkal di Jombang, mengepung kantor Pemerintah Kabupaten Jombang, Senin Pagi (15/9), kemarin. Kedatangan mereka untuk mengambil bingkisan Ramadhan berupa beras sebanyak 5 Kg dan uang sebesar Rp 50 ribu, yang dibagi-bagikan secara gratis oleh pihak Pemkab Jombang. Mi’an, salah satu tukang becak yang biasa beroperasi disekitar tugu Ringin Contong mengatakan, ia bersama teman seprofesinya mendatangi kantor Pemkab guna mengambil beras dan uang gratis. Kendati ia sendiri juga harus rela mengantre selama enam jam untuk mendapatkan kupon pengambilan. “Iya, kami disini untuk mengambil beras dan uang gratis mas,” ujar Mian polos. Kendati demikian, ditengah acara pembagian beras yang digelar pemkab itu, sempat memunculkan insiden kecil. Setidaknya sekitar 30 orang yang mengaku penarik becak yang biasa beroperasi di Pasar Peterongan, melakukan protes terhadap panitia pembagi sembako. Mereka menuding pihak Pemkab tebang pilih dalam membagi barang grtais i...

Petani Diajak Pakai Sistem Orba, Pengrajin 'Dipakani' KUR

JOMBANG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali membuat sensasi, setelah diterpa isu benih padi Supertoys beberapa pekan lalu. Kini, orang nomor satu di Indonesia ini, mengajak para petani kembali memakai sistem Orde-Baru, di Jombang, (11/9) kemarin. Hal itu disampaikan SBY, bahwa sistem pertanian mandiri yang pernah di terapkan di jaman Suharto bisa di jadikan contoh untuk menciptakan Swasembada Pangan. Dengan demikian, Pemerintah tidak akan menelurkan kebijakan untuk impor beras dari negera lain. Selain menghimbau petani, dalam gelaran acara yang juga di hadiri ratusan pengrajin manik-manik. Khusus kepada para pengrajin, pria kelahiran Pacitan ini berharap agar para pengusaha kecil bisa memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dikucurkan pemerintah melalui Bank-Bank pendamping. “Dari Rp 14 Triliun yang dikucurkan pemerintah untuk pinjaman usaha kecil ini, sudah terserap Rp 9 triliun dan sisanya masih Rp 5 Triliun hingga kini masih belum terserap, jadi say...

Jelang Lebaran, Perbaikan Rel Mulai Dikebut

JOMBANG – Menjelang hari mudik lebaran, perbaikan jalur rel kereta api (KA) jurusan Jombang – Kertosono, mulai dikebut. Bahkan pengerjaannya dipastikan selesai satu pekan lagi. Menurut Suparno, Kepala Pengawas Pekerjaan Bantalan Rel, PT KAI lajur Jombang-Kertosono mengatakan, dengan digantinya bantalan rel tersebut agar saat hari mudik lebaran lalu lintas kereta api semakin lancar dan terhindar dari kecelakaan. “Apalagi bantalan kayu-nya sudah banyak yang lapuk dan harus segera diganti dengan beton,” ujar Suparno, saat ditemuai Duta, kemarin. Dikatakan Suparno, Mengenai Bantalan rel kereta api yang terbuat dari kayu dan saat ini diganti dengan bantalan rel kereta api dari beton tersebut, menurutnya, bantalan yang terbuat dari kayu lebih memiliki resiko kecelakaan yang lumayan tinggi. “Sudah begitu bantalan yang lama sudah pada lapuk semua. Jadi tak jarang kalau ada roda kereta api anjlok dan meyebabkan kemacetan. Kalau beton kan lebih kuat dan tahan lama,” lanjutnya. Perbaikan yang ber...

Ritual Grebek Apem

JOMBANG - Sebanyak 1429 jajan apem sedang diperebutkan oleh sejumlah warga Jombang, dalam pembukaan pasar ramadhan di jalan Merdeka, kemarin. Dalam acara yang digelar menjelang buka puasa ini warga memperebutkan apem yang berbentuk gunungan dan ditandu enam orang yang berseragam besut. Hal ini, dipercaya sebagai awal mendapatkan berkah dalam hari puasa awal ini.(amir castro)