Langsung ke konten utama

Demo PT Kimia Farma Ricuh


JOMBANG-Domisili sebuah perusahaan, selayaknya harus memperhatikan berbagai aspek, terutama masalah lingkungan dan tenaga kerja. Itulah kenapa warga yang terdiri dari 3 Desa menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap perusahaan terkait masalah teknis penyerapan tenaga kerja dan pengolahan limbah yang di lakukan oleh PT Kimia Farma Unit Produksi Watudakon, Desa Jombok Kesamben Kab. Jombang.

Proses rekrutmen tenaga kerja PT Kimia Farma selama ini hanya memakai tenaga kerja dari luar daerah, bukan memperkerjakan warga sekitar perusahaan. Dari masalah tersebut warga yang terdiri dari Desa Jombok, Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kab Jombang, serta Desa Tempuran, Kec Pulo Kab Mojokerto menuntut penyerapan tenaga kerja untuk warga.

Bukan hanya itu saja, pendemo juga mempertanyakan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat yang selama ini dinilai sangat minim, pasalnya kontribusi perusahaan terhadap desa, baik itu pembangunan, maupun pengentasan pengangguran tidak ada sama sekali. Bahkan, tenaga kerja yang ada di perusahaan tersebut sebagian besar dari luar wilayah domisili perusahaan.

“Sebagai Kepala Desa, saya hanya memfasilitasi keinginan warga saya yang selama ini menilai kontribusi perusahaan sangat minim. Untuk itu, saya harap pihak perusahaan bisa diajak bekerjasama agar kecumburuan sosial tidak berlarut-larut,” tegas Kepala Desa Jombok, Drs. Abdul Muchid selaku fasilitator aksi warga.

Selain masalah penyerapan tenaga kerja yang kurang, perusahaan juga dituntut untuk mengelola limbah pabrik secara benar. Anggapan warga, selama ini limbah yang mengalir ke sungai dikhawatirkan mencemari sumur-sumur. Untuk itu warga mengharapkan bisa mengelola limbah kasar perusahaan tersebut sebagai bentuk kompensasi dari pencemaran ligkungan.

Terkait dengan pencemaran lingkungan, Humas PT Kimia Farma, Andik Kurniawan menjelaskan bahwa dinas terkait belum melakukan pengecekan mengenai tercemarnya lingkungan atau tidak. “Penilain warga mengenai masalah limbah yang mencemari lingkungan, belum ada temuan dari pihak dinas terkait apakah limbah tersebut membahayakan atau tidak,” ujar Andik ketika ditemui di sela-sela demonstrasi yang sedang berlangsung, kemarin (22/1).

Demo yang sebelumnya berjalan tertib akhirnya berubah menjadi anarkis, karena negosiasi yang dilakukan perusahaan dan perwakilan warga berlangsung alot. Massa yang tidak sabar menunggu akhirnya meluapkan kekesalan dengan membakar poster-poster yang mereka bawa, dan merobohkan papan nama yang bertuliskan “Utamakan Keselamatan Kerja”. Salah satu pendemo ada yang di tangkap oleh petugas karena dianggap sebagai provokator.

Negosiasi yang semula berjalan dengan alot akhirnya disepakati oleh kedua belah pihak, bahwa perusahaan bisa menerima warga sebagai tenaga kerja non teknis. Kesepakatan kedua, pembagian pengolahan limbah kasar perusahaan 50% dialokasikan untuk 3 Desa yang menuntut dan 50% lagi dikelola oleh SP (Serikat Pekerja).

Sementara kerugian material yang diakibatkan aksi tersebut pihak perusahaan tidak mempersoalkan berapa besar kerugian yang dialami, namun untuk pelaku pengerusakan pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. “perusahaan tidak akan meminta ganti material terkait pengrusakan yang dilakukan massa, kami sepenuhnya menyerahkan kepada pihak yang berwajib,” tambah Andik.(amer syarifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...