Langsung ke konten utama

Ahli Tadarus, Jasad Tetap Utuh


JOMBANG-Ditemukannya Jasad Mbok Raki di tempat peristirahatannya yang terakhir alias pemakaman umum, yang terletak di Dsn Bangun Rejo Ds Gondek Kec Mojowarno, tadi pagi (6/2) sempat gegerkan warga sekitar. Pasalnya, jasad yang sudah dikubur selama 28 tahun tersebut ditemukan dalam keadaan utuh.

Menurut Sutaji, salah satu saksi mata yang pertama kali menemukan jasad tersebut, menjelaskan, ketika dirinya sedang membersihkan sungai untuk saluran irigasi ke sawah, ternyata ada aliran sungai yang bocor menggenangi pekuburan. Setelah dia lihat, ternyata aliran tersebut sudah menggerus tanah pekuburan. Sutajipun dengan cepat untuk membereskan aliran tersebut.

"Saya tak tahu mas, waktu saya membersihkan sungai, saya melihat ada aliran air yang bocor ke pemakaman. Setelah saya cek, ternyata aliran air tersebut sudah masuk ke pekuburan. Setelah itu, saya melihat ada jasad yang masih utuh di antara empat jasad yang sudah hancur dan menggantung di sela-sela tanah yang berlubang karena tergerus aliran air," terang Sutaji sambil terheran-heran.

Sebelumnya Sutaji tidak yakin, jika jasad utuh yang dia temukan tersebut di antara 4 jasad lain yang sudah hancur itu adalah jasad Mbok Raki. Namun setelah dirinya membaca tulisan yang ada di batu nisan tempat jasad utuh tersebut di temukan, dirinya baru meyakini jika jasad yang masih utuh tersebut adalah jasad Mbok Raki yang semasa hidupnya dikenal sebagai orang yang gemar membaca Al Qur'an.

"Sebelumnya saya tidak percaya Mas, kalau jasad utuh tersebut adalah jasad Mbok Raki. Setelah saya membaca sebuah tulisan yang terpahat di batu nisan tersebut, ternyata jasad itu adalah jasad Mbok Raki. Dia adalah salah satu warga Dsn Bangun Rejo yang sudah 28 tahun lalu di kebumikan di pemakaman ini," Jelas dia meyakinkan kepada wartawan.

Setelah Sutaji yakin, bahwa jasad utuh yang dia temukan itu adalah jasad Mbok Raki. Sutaji pun langsung melaporkan temuannya itu ke pihak keluarga Mbok Raki, guna memastikan keyakinannya jika jasad utuh tersebut adalah jasad Mbok Raki.

“Setelah saya ajak pihak keluarganya (kelaurga Mbok Raki, red.) ke pemakaman, pihak keluarga yang ditinggal langsung membenarkan jika jasad utuh tersebut adalah jasad Mbok Raki,” terangnya.

Setelah kelurga Mbok Raki yakin bahwa jasad utuh yang ditemukan Sutaji itu adalah jasad orang tuanya. Akhirnya pihak keluarga Mbok Raki pun langsung meminta warga yang sedang berkerumun melihat jasad utuh itu untuk menguburkannya kembali.“Agar tidak menjadi tontonan warga, lebih baik jasad tersebut dikebumikan kembali. Kan kasihan juga, jika jasad itu dibiarkan menjadi tontonan,” pungkas Asmirin, salah satu cucunya.(amer syarifuddin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Korban Ryan Tembus 11 Orang

Polisi akan menjerat Ryan dengan pasal hukuman mati. JOMBANG -- Halaman belakang rumah Very Idam Henyansyah (34 tahun) tak ubahnya kuburan massal. Sampai dengan Senin (28/7), 10 jenazah ditemukan di sana. Dengan demikian, korban pembunuhan yang dilakukan Ryan telah 11 orang. Bertambahnya jumlah korban pria gemulai itu diketahui setelah dilakukan penggalian lanjutan di belakang rumah Ryan di Desa Jatiwates, Kec Tembelang, Kab Jombang, Jawa Timur. Kemarin, polisi menemukan enam jenazah. Pada penggalian sebelumnya, polisi menemukan empat jenazah. Keberadaan enam mayat itu diketahui saat Ryan diperiksa di Markas Polda Jawa Timur. Ryan lalu digiring untuk menunjukkan lokasinya. Penggalian pun dilakukan delapan jam, mulai pukul 10.00 WIB. Ryan berada di lokasi dengan tangan dan kaki diborgol. Kepada polisi, kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman Sumawireja, Ryan mengatakan masih ada lima mayat. ''Tapi, kami menemukan enam,'' katanya saat menyaksikan penggalian. Mayat-mayat itu ...

Jelang Eksekusi Mati, Sumiarsih Isi Waktu Latih Napi Bikin Selimut

Kendati hendak di eksekusi mati. Sumiarsih , 65 , otak pembunuhan berencana lima anggota keluarga Letkol Marinir Purwanto di Surabaya, 20 tahun silam, nampak pasrah menghadapi rencana eksekusi Kejagung bulan ini. Bahkan sesekali ia terlihat tegar bersama rekan-rekannya di LP Porong, dengan melakukan kegiatan membuat selimut dari tempat tisu. Dengan mengenakan seragam Napi (narapidana) Lapas Wanita Malang warna biru tua, mata Sumiarsih tampak sayu. Demikian pula wajahnya yang dihiasi garis-garis keriput juga terlihat lelah dan sayup. Namun, Mbah Sih, panggilan akrab- Sumiarsih di antara sesama napi, tetap ingin tampil ramah. "Saya habis bekerja di Bimpas (Bimbingan Pemasyarakatan). Bersama rekan-rekan membuat tempat tisu ini," kata Sumiarsih sambil menunjukkan beberapa hasil karyanya di ruang kantor Entin Martini, kepala Lapas Wanita Malang, yang berlokasi di kawasan Kebonsari, Sukun, itu. Sudah tiga bulan ini Sumiarsih aktif membimbing para wanita penghuni lapas membua...

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...