Salah Tangkap, Salah Identifikasi, dan Lakukan Penganiayaan
Penyidik Bidang Pengamanan dan Profesi (Propam) Polda Jatim bergerak cepat dalam menyidik kasus salah tangkap terhadap Kemat cs. Sebuah sumber di kepolisian mengatakan, hasil sementara menunjukkan bahwa 10 polisi Jombang diduga melakukan kesalahan prosedur dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sepuluh nama itu merupakan hasil penyelidikan tim gabungan Mabes Polri dan Bid Propam Polda Jatim. ''Mengerucut ke sepuluh nama. Tapi, tak tertutup kemungkinan jumlah polisi yang ditetapkan sebagai tersangka semakin banyak,'' tuturnya.
Penyidik Bidang Pengamanan dan Profesi (Propam) Polda Jatim bergerak cepat dalam menyidik kasus salah tangkap terhadap Kemat cs. Sebuah sumber di kepolisian mengatakan, hasil sementara menunjukkan bahwa 10 polisi Jombang diduga melakukan kesalahan prosedur dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sepuluh nama itu merupakan hasil penyelidikan tim gabungan Mabes Polri dan Bid Propam Polda Jatim. ''Mengerucut ke sepuluh nama. Tapi, tak tertutup kemungkinan jumlah polisi yang ditetapkan sebagai tersangka semakin banyak,'' tuturnya.
Sumber itu menyebutkan, di antara 10 nama tersebut terdapat AKP Anang Nurwahyudi, Kapolsek Bandar Kedungmulyo saat itu dan AKP Irpan, Kasatreskrim Polres Jombang saat itu. Selebihnya penyidik yang terkait dengan kasus tersebut. ''Kesalahannya sudah jelas, terutama orang polseknya,'' ucap polisi yang tak mau disebutkan namanya tersebut.
Dikatakan sumber tersebut, penyidik Bid Propam Polda Jatim sejauh ini telah menemukan sejumlah kesalahan fatal. Yakni, masalah penganiayaan, salah tangkap, dan salah identifikasi jenazah.
Sumber itu menuturkan bahwa indikasi awal penganiayaan sudah ditemukan. ''Pengakuan ketiga tersangka dan hasil rekonstruksi sementara menunjukkan indikasi terjadinya penganiayaan. Ini sebuah kesalahan kode etik yang cukup serius,'' paparnya.
Untuk itu, Bid Propam kabarnya sudah menetapkan sejumlah nama untuk dibawa ke sidang kode etik. ''Masalahnya, ini kasus atensi nasional. Tak bisa tidak, setiap kesalahan harus ditindak,'' imbuhnya.
Selain diduga menganiaya, dengan hasil tes DNA yang menyebutkan bahwa korban di kebun tebu adalah Fauzin, masalah salah tangkap pun ikut dijeratkan. ''Jelas saja, kalau korbannya bukan Asrori, padahal dalam BAP disebutkan kalau Kemat cs dituduh membunuh Asrori. Itu jelas sebagai salah tangkap,'' paparnya.
Satu lagi pelanggaran adalah masalah identifikasi. Untuk ini, sumber tersebut menuturkan kalau Bid Propam Polda Jatim belum fixed siapa saja yang bersalah. ''Penyidik masih mendalami bagaimana ceritanya proses identifikasi itu,'' urainya.
Ada kemungkinan kasus petugas yang salah mengidentifikasi tak berlanjut ke sidang kode etik, tapi hanya pelanggaran disiplin. ''Ini setelah pihak keluarga Asrori begitu yakin bahwa jasad di kebun tebu adalah Asrori. Jadi, bisa saja, dulu ketika diperlihatkan ke keluarga Asrori dan keluarganya mengangguk, 'Ya benar, itu jenazah Asrori.' Petugas langsung mengidentifikasikannya,'' ucapnya. ''Yang salah adalah mengapa tidak memverifikasikan lebih dalam,'' tambahnya.
Kabid Propam Polda Jatim Kombespol Wanto Sumardi belum bisa dikonfirmasi terkait masalah itu. Berkali-kali dihubungi sejak siang, Wanto tak mengangkat teleponnya. Begitu pula pesan pendek yang dikirimkan oleh wartawan pun tak dibalas.
Seperti diberitakan, Polsek Bandar Kedungmulyo, Jombang, menangkap Imam Chambali alias Kemat, Devid Eko, dan Maman Sugianto dalam kasus pembunuhan Asrori alias Aldo yang mayatnya ditemukan di kebun tebu. Kemat dan Devid telah divonis 17 tahun dan 12 tahun penjara oleh PN Jombang. Sedangkan Maman masih menjalani proses sidang. Namun, berdasarkan tes DNA, mayat tersebut bukan Asrori, melainkan Fauzin. Mayat Asrori ditemukan di belakang rumah Very Idam Henyansyah alias Ryan, yang berarti dia dibunuh jagal 11 nyawa tersebut. Dengan demikian, telah terjadi salah tangkap orang. Apalagi, berdasarkan pengakuan ketiganya, mereka pernah disiksa polisi agar mengaku telah membunuh Asrori.(jp/ami)
Komentar
Posting Komentar
Mo Komentar Disini Bos,,,