Langsung ke konten utama

Postingan

Sidang Peninjauan Kembali Kasus Salah Tangkap Mulai Digelar

Kuasa Hukum Kemat-Devid Ajukan 12 Novum JOMBANG - Sidang lanjutan kasus pembunuhan 'Asrori' versi kebun tebu, dengan terpidana, Imam Khambali alias Kemat (31) dan Devid Eko Prianto (21) mulai memasuki babak baru. Tim Kuasa hukum 'terpidana' perkara 'Asrori' versi kebun tebu, mulai mengajukan 12 bukti baru (novum) dalam sidang PK, Senin Siang (6/9), kemarin. Dalam pembacaan memori peninjauan kembali tersebut, tim kuasa hukum terpidana 17 tahun dan 12 tahun Lapas Jombang tersebut, menyatakan bahwa dua klienya itu sudah selaayaknya segera dibebaskan. Pasalnya, sudah banyak bukti baru yang menyatakan bahwa kedua kliennya tidak bersalah dalam kasus pembunuhan Asrori yang sudah di akui oleh Ryan dan uji DNA Polri. Bahkan, tim advokat yang terdiri dari OC Kaligis & Associates serta LBH Suarabaya tersebut menyatakan, agar pihak majlis hakim segera membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Jombang No. 48/Pid.B/2008/PN JMB, dengan alasan telah salah vonis. “Karena sudah...

Pesta Miras, Dua Pemuda Tewas

JOMBANG – Dua pemuda warga Desa Sumberwetan, Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, tewas dan satu lainnya kritis, usai menggelar pesta minuman keras (miras) racikan di Villa Tjahyono di Desa Carang wulung Kec setempat, kemarin. Dua pemuda tersebut, yakni Satiran (32) dan Parjono (23), meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua hari di salah satu RS di kawasan Kesambon, Malang. Sementara Sugianto (26), salah satu rekan dua pemuda tersebut, hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang Cempaka di Rumah Sakit Kristen (RSK) Mojowarno, Jombang, karena mengalami over dosis usai menenggak alkohol yang di campur dengan satu botol kratingdaeng. Dokter jaga RSK Mojowarno, dr Oktavianus Eka Saputra saat menerima Sugianto di rumah sakit menyatakan, Sugiyanto sempat mengeluh sakit perut dan pusing-pusing. Bahkan kata dia, saat di rujuk ke RSK, Sugianto yang diantar oleh beberapa kerabatnya, sudah dalam keadaan lemas dan tak sadarkan diri. Bahkan, saat itu keluarga pasien...

Mudik..!!! Pasti....

Peraya'an Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H mendatang. Tak ubahnya seperti perayaan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari para pengusaha, perantau yang bekerja di kota-kota besar, baik yang berporfesi sebegai kuli, karyawan, pejabat, semua pada bersiap-siap menyambut lebaran, dengan cara Mudik alias pulang ke kampung halaman..weh,,,enak tuh...ketemu teman lama,, Praktis, kegiatan pulang kampung ini, seakan sudah menjadi kebutuhan yang sudah sangat ngetrend, khususnya bagi kalangan perantau asal Jong Java alias pulau Jawa, demi menyambut kemenangan rohani dengan menyempatkan diri pulang ke kampung halaman. Tak pelak, berbagai cerita selalu saja menghias. Mulai dari hingar bingar kota. Desa, dan arus jalan sempit, maupun lebar. Tak jarang jika jutaan orang harus rela berdesakan. Mengantri. Menempuh perjalanan jauh, hingga harus meregang nyawa sia-sia. Tak perduli kotor, yang penting bisa sampai ditempat tujuan, dengan harapan, bisa pulang membawa cerita baru, baju baru, ...

LP2NU Imbau Petani Tinggalkan Pupuk Kimia

JOMBANG - Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) Jombang, Jawa Timur, mengimbau petani setempat agar mulai meninggalkan penggunaan pupuk kimia dan beralih pada pupuk organik. Alasannya, pupuk kimia akan mengakibatkan kerusakan sifat fisik tanah sehingga terjadi ketidakseimbangan kandungan hara dalam tanah. Ketua Pengurus Pusat LP2NU, Ir Subhan, mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya meyakinkan para petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik. Sebab, hingga sekarang, banyak di antara para petani menganggap penggunaan pupuk non-kimia itu justru menyebabkan produktivitas panen menurun. “Akan dibuat demplot-demplot (demontrasi plot atau proyek percontohan) di beberapa daerah dengan koordinasi kelompok-kelompok tani, MWC (majelis wakil cabang) NU hingga ke pengurus ranting NU,” terang Subhan saat Peluncuran Pupuk Organik, di pelataran Radio Suara Warga FM, Jombang, Rabu ( 24/9). Hal senada diungkapkan Ketua Laboratorium Politeknik Jember, Ir Hari Prasetyo MP. Menur...

Pengacara Sugik 'Boikot' Sidang

Hakim Usir Keluarga Sugik, Keponakan Kemat Pingsan JOMBANG - Kuasa hukum Maman Sugianto alias Sugik, (28) terdakwa dugaan kasus pembunuhan atas Moch Asrori versi kebun tebu. Melakukan Walk Out pada lanjutan sidang agenda pemeriksaan saksi, di PN Jombang, Kamis (25/9), kemarin. Tim kuasa hukum Sugik, yang terdiri dari Narisqa, Slamet Yuono, Aldilla Chereta Warganda, yang tergabung dalam tim OC Kaligis & Associates serta Atto’Illah dari LBH Surabaya dan Dhofir. Memilih meninggalkan lokasi persidangan usai membacakan surat keberatan persidangan dilanjutkan, sesaat setalah Hakim Ketua, Kartijono membuka jalannya persidangan. Pilihan Wolk Out yang dilakukan tim kuasa hukum Sugik tersebut, lantaran, persidangan Sugik telah dianggap bias dan sesat. Sebab, Maman Sugianto, diadili membunuh mayat di kebun tebu dengan korban Asrori. “Padahal, sesuai uji DNA Polri, mayat di kebun tebu itu bukan ‘Asrori’ tapi Fauzin Suyanto, warga Jalan MT Haryono, Ploso, Nganjuk, jadi ini bias dan sesat kerana...

Jago Merah Panggang 5 rb Ayam

JOMBANG – Sedikitnya 5000 ekor ayam milik H Affan (38), salah seorang peternak ayam asal Dusun Beji Desa Sawiji Kec. Jogoroto. Kab Jombang, habis terpanggang oleh sijago merah, Selasa malam (23/9) kemarin. Kandang ayam berukuran 20x6 m tersebut ludes di lalap api setelah gagal diselamatkan oleh pemilik beserta dua orang pekerjanya yang sempat berada dilokasi. Praktis, api yang merembet dari bagian bawah tengah kandang tersebut langsung menjalar dan menghabiskan seluruh bangunan beserta isinya. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hebat tersebut, kecuali 5000 ekor ayam yang baru berumur 12 hari beserta bangunannya, habis menjadi abu. Menurut salah satu saksi mata yang sekaligus sebagai pemilik kandang ayam H Affan mengungkapkan, kebakaran hebat yang menghanguskan sumber mata pencahariannya itu terjadi sekitar pukul 18.00 wib. Saat ia dan 2 orang pekerjanya hendak beristirahat usai mengoven ayam yang masih berumur 12 hari itu, tiba-tiba ia dikagetkan dengan adanya percikan a...

Pj Geburnur Warning Bupati Jombang

JOMBANG – Momentum pelantikan Suyanto dan Widjono Soeparno, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jombang terpilih dalam pilkada kemarin, disambut Warning oleh Pj Gubernur Jatim Setya Purwoko, di Gedug DPRD setempat, Rabu (24/9/),kemarin. Bahkan saat membawakan sambutan, pejabat kelahiran Kediri ini juga sempat mengingatkan bupati terpilih agar konsisten menggelorakan program yang berpihak pada rakyat agar tak seperti tahun sebelumnya, saat keduanya masih menjabat sebagai Bupati dan Sekdakab. Tidak itu saja, mantan Dirjen Infokom ini juga menyoroti anggaran pendidikan di Jombang yang belum mencapai 20 persen. Menurutnya, sektor pendidikan bisa menjadi salah satu modal untuk menggenjot tingkat SDM (Sumber Daya Manusia), jika saja anggaran yang dipatok dalam APBD Jombang itu dinaikkan. “Ini yang paling pokok, jadi kedepan, Bupati Jombang, harus benar-benar memerhatikan masyarakat yang kurang mampu,” tegas Setya Purwaka dihadapan undangan, usai melantik Suyanto dan Widjono Suparno sebagai Bupat...