Langsung ke konten utama

Postingan

Ledakan Tangis Pecah Digang Kecil

Dua Korban Ryan, Berangkat Ke Pusara JOMBANG – Ledakan tangis histeris dari dua tempat korban Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), yakni Zainul Abidin alias Zaki (21) dan Agutinus Fitri Setiawan alias Wawan (28), muncul dari rumah duka, di gang kecil, saat mengiringi pemakaman dua jenazah menuju pusara, kemarin. Keberadaan dua rumah duka korban Ryan ini, yang sama-sama mempunyai ukuran 36 ini, berubah seketika saat prosesi peyerahan jenazah. Pihak petugas yang ikut mengawal jenazah pun sempat dibuat repot saat menurunkan jenazah dari mobil, lantaran kelurga korban sudah tak kuasa menahan tangis sembari menarik peti mati. Beberapa pelayatpun tercengang berjajar, di antara gang sempit yang hanya bisa di lalui motor itu. Meski deretan kursi sudah sejak pagi disiapkan oleh pihak perangkat desa yang ikut membantu proses pemakaman kedua jenazah. Namun, setidaknya gang sempit itu menjadi satu saksi tersendiri dari pemakaman kedua korban sang pria gemulai asal Maijo itu. Jenazah Zainul Abidi...

Sosok Ryan 'Curi Perhatian' Massa Di Terminal Jombang

JOMBANG – Sosok Very Idam Henyansyah alias Ryan (30), sang jagal manusia, yang dikabarkan sedang berada di Jakarta, secara mengejutkan kembali mencuri perhatian sejumlah pengunjung di Terminal Kepuhsari, Jombang, kemarin. Namun, kali ini kehadiran Ryan, tidak berbentuk fisik, melainkan berbentuk buku cerita mengenai sosok bujang penjagal manusia asal Dusun Maijo Desa Jatiwates Kec Tembelang, Kab Jombang, yang telah melakukan pembunuhan terhadap korbannya sebanyak 11 orang. Tak pelak, buku berjudul “Tragedy Ryan” yang di sebar dari kios koran, milik Sentot (28) warga Desa Kebontemu, Kec Peterongan, Jombang ini, laris manis bak kacang Goreng. Sebab, buku setebal 32 halaman dengan harga Rp 4000,- per eksemplar ini, ludes diperebutkan pembeli dalam hitungan Jam. Selain di kios milik Sentot, buku bersampul merah bergambar Ryan, itu juga tampak di perebutkan oleh sebagian pengunjung yang sedang singgah di terminal Jombang. Praktis, sosok Ryan, itu tetap mampu mencuri perhatian masyarakat ya...

Jangan Bangga Jadi Jurnalis!!

Antara Jurnalis dan Buruh Tak Ada Bedanya Setelah melihat dan membaca berbagai tulisan kawan-kawan di berbagai media. Saya ingin kembali nimbrung sebentar untuk berbagi ide dan gagasan serta pengalaman di layar blog ini. Namun, sebelumnya saya juga ingin minta maaf kepada temen-teman sesama jurnalis lainnnya. Entah ini terlepas dari realitas dan kesadaran yang membelenggu hati saya atau bukan. Tapi perasaan ini kemudian menarik otak kiri kembali mediskusikan masalah sang wartawan alias jurnalis (dalam bahasa 'gaul') yang tidak lain adalah golongan dari kaum 'buruh'. Barang kali ini yang ingin saya utarakan, semoga saja bisa bermanfaat demi kemajuan kita bersama, meniti jalan terjal menuju demokrasi...!!!! Pada prinsipnya, saya sependapat bahwa jurnalis memang dapat disebut sebagai buruh. Sebutan ini, muncul seiring dengan perkembangan zaman dunia pers atau media massa masuk dalam institusi industri. Dan menempatkan jurnalis sebagai salah satu bagian dari sistem proses p...

Dianggap Lecehkan Perempuan

Raperda Perlindungan Perempuan Ditolak JOMBANG – Fraksi Madani DPRD Kabupaten Jombang, akhirnya menolak rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai perlindungan perempuan dan anak, dari pihak eksekutif. Rabu (6/08), kemarin. Penolakan raperda tersebut, terungkap usai rapat paripurna yang digelar pihak DPRD kabupaten Jombang dan Eksekutif di gedung DPRD berkahir. Usulan mengenai di buatnya aturan mengenai perlindungan perempuan dan anak yang diajukan pihak eksekutif, akhirnya terganjal, setelah Fraksi Madani menolak dengan tegas usulan perda tersebut. Sekretaris Fraksi Madani, DPRD Jombang, Muslimin, dengan dibuatnya raperda perlindungan perempuan dan anak, hal itu secara tidak langsung lebih menjatuhkan martabat kaum perempuan itu sendiri. Padahal, buktinya kaum perempuan di indonesia, sudah tidak selemah anggapan publik. “Ini tidak realistis, karena kaum perempuan itu sudah mandiri. Jadi yang paling krusial adalah raperda pendidikan dan kesehatan, bukan perlindungan perempuan, karen...

Penentuan Nomor Urut Caleg PDIP, Disoal

JOMBANG - Proses penempatan nomor urut dalam pemilihan umum calon legislatif (Pileg) di tubuh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jombang, menuai kritik. Selain dituding tidak sesuai dengan SK DPP nomor 210/KPTS/DPP/V/2008, proses pencalegannya juga berbau nepotisme. Salah satu Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP, Sudjatmiko, menilai, penentuan nomor urut caleg PDIP sudah tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menuruntya, keputusan DPP PDIP Perjuangan no 210/KPTS/DPP/V/2008 yang mengatur tentang tata cara penjaringan, penyaringan dan penetapan calon anggota legislatif PDIP untuk pemilu tahun 2009 mendatang, sama sekali tidak di laksanakan oleh DPC. “SK itu adalah aturan baku dari DPP, baik DPD maupun DPC tidak boleh melanggar aturan tersebut, jadi kalau DPC Jombang, masih tetap tidak menjalankan mekanisme sesuai dengan SK DPP. Kami atas nama seluruh PAC PDIP akan tetap boikot melakukan pencalegan karena prosesnya sudah tidak fair,” tegas Sudjatmiko...

Demo Anti Korupsi Nyaris Ricuh

JOMBANG – Aksi unjuk rasa puluhan massa yang menamakan diri Aliansi Rankyat Anti Korupsi (ARAK), di gedung DPRD Kab Jombang, kemarin (5/8). Nyaris ricuh. Pasalnya, massa yang tidak ditemuai anggota DPRD memaksa masuk ke dalam kantor. Bahkan mereka berani memanjat pagar depan gedung dewan. Massa yang datang dengan menggunakan dua truk bak terbuka itu memulai aksinya dengan menggelar orasi di bundaran Ringin Conthong. Selanjutnya, melakukan long march menuju kantor DPRD setempat. Di depan kantor DPRD mereka hanya bisa berorasi di luar pagar karena pintu gerbang dikunci oleh petugas. Tak puas hanya berorasi saja, massa mulai jengkel karena tidak ada satupun anggota DPRD yang bersedia menemui dan mendengarkan aspirasi. Merekapun akhirnya nekat memaksa masuk halaman kantor dengan memanjat dan melanjutkan orasi tepat di pintu masuk kantor. Sembari melemparakan sejumlah buat tomat, sebagai simbol ketidak berpihakan pemerintah terhadap rakyatnya. "Dengan segala hormat, kita minta kepada a...

Jago Merah, Hantam Rumah Kos Janda

JOMBANG – Lilik (50) warga jalan Setai Budi no 2 Jombatan, Jombang, harus rela mengungsi kerumah tetangganya, setelah rumah kosnya ludes di lalap si jago merah, kemarin. Di duga jago merah tersebut muncul lantaran konsleting listrik. Dari data di lapangan, awal kejadian tersebut di ketahui warga yang berdekatan dengan lokasi, setelah api sudah mulai membesar sejak pukul 07.00 WIB, Senin (4/8/2008) pagi. Warga yang mencoba memadamkan dengan peralatan seadanya, akhirnya harus menyerah setelah 2 unit mobil PMK didatangkan untuk memadamkan api. Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Dan api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian, setelah 5 petugas Pemadam Kebakaran (PMK) mendobrak beberapa pintu rumah yang terkunci rapat, lantaran di tinggal pergi penghuninya. Kebakaran hebat ini menurut Lilik, terjadi saat dirinya sedang berada di tempat kerja'annya. Namun saat ia di kabari oleh warga jika rumahnya terbakar, ia pun langsung bergegas pulang. Selang lima menit kemudian, L...