Langsung ke konten utama

Postingan

Si Biang Lobi Artalyta Suryani

Kuncinya : Harus Selalu Wangi, Supel, dan Cekatan Artalyta Suryani memang mempunyai banyak keistimewaan saat ini. Semuala Ia hanyalah pebisnis biasa. Wanita yang oleh koleganya akrab disapa Bunda Ayin ini tumbuh di Lampung. Relasinya meluas cepat sampai pejabat. Rahasianya: selalu wangi, supel, dan cekatan. DI kalangan kerabat dan rekan bisnisnya, Artalyta akrab dipanggil Bunda Ayin. Kerap juga disapa Bunda Artalyta . “Itu karena ia ramah dan mengayomi,” kata seseorang yang mengaku cukup dekat dengannya. Artalyta adalah istri Surya Dharma (alm), bos Gajah Tunggal, dan besan dari Alexander Tedja, bos Pakuwon Grup. Ia memulai sepak terjangnya sebagai pebisnis dengan merangkak dari nol. Ulet, tahan banting, supel, dan cekatan jadi kunci suksesnya. Sebagian orang, tentu, masih ingat ketika Eiffel Tedja (putra sulung Alexander Tedja) mempersunting Imelda Dharma (putri Artalyta ) dalam sebuah pernikahan supermewah di Ballroom Hotel Sheraton, Surabaya, 9 Juni 2007. Empat ribu undangan men...

Nomor Buncit Milik Incumbent.

Pengundian Nomor Urut Pasangan Cabup-Cawabup JOMBANG - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Jombang, Selasa kemarin, akhirnya menetapkan nomor urut bagi 3 pasangan calon peserta pilkada yang akan bertanding tanggal 23 juli mendatang. Dalam kesempatan itu, pasangan incumbent Suyanto – Widjono Suparno (ToNo) mendapat nomor urut paling buncit dibanding dua rivalnya. Kedua pasangan lainnya, adalah Nyono Suharlie – Halim Iskandar (Nyono-Halim) yang diusung oleh Partai Golkar, PKB, serta PKS, mendapatkan nomor urut 1. Sementara pasangan Suharto – Mudjib Mustain (Harum), yang diusung Partai Demokrat dan gabungan partai non parlemen mendapatkan nomor urut 2. Prosesi pengundian dan penetapan nomor urut yang diselenggarakan KPU Kabupetan Jombang atas 3 pasangan cabup dan cawabup itu, memakai mekanisme menurut Abjad. Menurut KPUD, mekanisme ini dipakai sesuai dengan hasil rapat yang sudah dilakukannya sejak tanggl 16 Juni lalu dengan melibatkan masing-masing tim pengusung. “ Per...

Sehari Tiga Nyawa Melayang

JOMBANG - Hanya dalam sehari kemarin, tiga nyawa melayang sia-sia di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Jombang. Bahkan, salah satu korban laka lantas tersebut masih berusia tujuh tahun. Kali pertama peristiwa tragis terjadi sekitar pukul 06.00, kemarin. Saat itu motor Vega nopol S 4566 WG yang dikendarai Melinda Ratna Juwita (14) warga Desa Banjardowo ini ditabrak mobil jenis station wagon di jalan Yos Sudarso. Korban tewas seketika di lokasi kejadian. Selang satu jam kemudian, Joko Candra Setiawan (7) asal Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, juga meninggal ditempat kejadian setelah motor Mio W 5849 RC yang dikendarai ibunya Siti Rofiah (28) tertabrak sebuah bus bernopol E 7916 H di jalan raya Desa Nglele, Kecamatan Sumobito. Motor Siti tertabrak ketika korban berusaha mendahului bus yang disopiri Nanang (28) warga Johowinong Kecamatan Mojoagung yang sedianya menuju bengkel mobil di kawasan setempat. Masih di kawasan Sumobito, tepatnya di jalan ray...

Cinta Segitiga Berujung Nyawa

JOMBANG – Tragis, keindahan sebuah kisah percintaan ternyata harus meregang nyawa. Siska Sasmita (19), tampak masih tak percaya dengan tewasnya Suyanto (23), pemuda asal Desa Lebakjabung, Kec Jatirejo, Kab Mojokerto, sesaat setelah berkunjung kerumahnya di Desa Pojok, Kecamatan Sumobito, Jombang, kamis malam (16/06/2008) kemarin itu. Dengan mata sembab, wanita cantik ini beberapa kali menyebut nama Suyanto, yang tak lain merupakan tunangannya. Bahkan, sesekali air kesedihan kembali membasahi pipi gadis malang ini, meratapi kematian korban yang tak ia duga sama sekali. Suyanto, yang diketahui setelah berkunjung kerumah kekasihnya ini, akhirnya ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan. Di lambung kanan dan paha kirinya terdapat beberapa luka bekas tusukan senjata tajam, yang tidak lain dilakukan oleh mantan kekasih Siska sendiri. Peristiwa pembunuhan ini terjadi sekitar pukul 20.00 Wib, Kamis malam kemarin. Suyanto yang hendak pulang sesaat setelah berkunjung kerumah Siska, ...

Potret Nestapa Petani Tembakau Jombang Bara Api Kemelut Ladang Gersang

Puluhan hektare tanaman tembakau di Kecamatan Kabuh, Jombang, terancam gagal panen. Menyusul tembakau yang rata-rata berusia sepekan itu mati secara tiba-tiba akibat diserang hawa wereng. Realita menegenaskan sekaligus menjadi himpitan baru setelah mereka nyaris tak bisa bernafas akibat kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak). Itu belum termasuk mulai menghilangnya pasokan pupuk jenis NPK di pasaran. Sejumlah petani tembakau di wilayah kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, mengaku serangan hama w ereng itu lebih diakibatkan telatnya proses pemupukan. Sebab, pupuk berjenis NPK yang biasa dipakai setelah proses tanam, menghilang dari paredaran. Mulyono, (48), salah satu petani tembakau asal Dusun Ngepung, Desa Kabuh, Kecamatan Kabuh, mengaku tanaman tembakau yang baru beranjak satu minggu itu mulai rusak dan mengering. Hama wereng yang biasanya bisa diusir dengan proses pemupukan, saat ini tidak bisa dilakukan. Lantaran pupuk bersubsidi tidak pernah ia dapat. “Biasanya kita antisipasi ...

Tragis, Warga Jombang Minum Air Comberan

10 Waduk Mojokerto Kering Meski musim kemarau baru saja tiba namun sudah membuat sejumlah warga Kecamatan Kabuh mulai kesulitan memperoleh air bersih. Sedangkan, salah satu waduk yang biasa untuk memandikan hewan piaraan kini mulai dimanfaatkan warga memperoleh air bersih. Hal itu dilakukan lantaran sumur-sumur sudah mengering selama sepekan ini. Munarji, (67) salah satu warga Dusun Nggesing, Desa Manduro Kecamatan Kabuh, mengaku kesulitan mencari air selama sepekan ini. Untuk mendapatkan air bersih dia dan warga lainnya harus menempuh perjalanan panjang menuju sumber air ‘comberan‘ itu dengan membawa jerigen. Selain kesulitan air bersih, kekeringan kali ini juga berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian di daerah tersebut. Dataran tinggi membuat warga kesulitan mencari air bersih. Apalagi kiriman air dari PDAM setempat juga tidak maksimal. Buktinya, tak lebih empat rumah yang sekarang ini bisa memperoleh kucuran air dari pipa PDAM. Sementara, Sumarno salah satu warga Desa Mendur...

Desak Tunda Pilkada

JOMBANG – Kendati penjadualan pelaksanaan pilkada sudah menginjak pada tahap verifikasi akhir, namun, sejumlah orang yang mengatasnamakan Tim Independen Jombang (TIJ) tetap saja mendatangi KPUD, kemarin. Mereka meminta lembaga penyelenggara pemilu ini menunda pilkada 23 Juli mendatang. TIJ yang digawangi Busroni, sebagai balon bupati itu, datang bersama rombongannya ke KPUD Jombang sekitar pukul 13.00. Dengan dikawal pasukan berseragam hitam-hitam, dia meminta KPUD mengundur jadual even suksesi lima tahunan tersebut karena tidak mengikutsertakan dari unsur perseorangan. “KPUD sudah menyalahi konstitusi. Kalau tidak segera diundur kita akan menempuh jalur hukum. Jalur independen adalah amanat rakyat, bukan sebaliknya memperdaya rakyat,” tegas Busroni, kemarin. Menurut dia, UU 12/2008 tentang revisi UU 32/2004 tentang pemerintahan daerah sudah sangat menjelaskan bahwa calon perseorangan layak mengikuti pentas demokrasi. Kata dia, sikap inilah yang harus diterapkan KPUD dengan mengakom...